Tumbuhan Tanaman Indigofera

Keberhasilan usaha ternak di pengaruhi oleh pakan ternak yang diberikan walaupun bibit ternak baik tetapi jika tidak diimbangi dengan pemberian pakan yg tepat dan berkualitas maka kelebihan yg dimiliki tidak akan memberikan nilai tambah yg signifikan.

Pada umumnya para peternak membeli atapun membudidayakan rumput odot atau rumput gajah untuk pakan ternak atau memanfaatkan hijauan pakan lokal yang terdapat pada sekitar hutan, ladang, dan perkebunan.

Tumbuhan Tanaman Indigofera

Indigofera merupakan jenis leguminosa pohon yang sangat potensial sebagai pakan ternak karena memiliki kandungan nutrisi dan produksi tinggi serta toleran terhadap kekeringan.

Indigofera dapat di berikan kepada ternak dengan cara di campur dengan rumput gajah 60% dan indigofera 40%.

Salah satu permasalahan yang di hadapi peternak biasanya hanya menggunakan limbah tanaman seperti jerami, rebon jagung, tendeng atau jerami kacang yg notabene protein dan kualitas nutrisinya sangat rendah.

Kandungan Nutrisi Indigofera

Indigofera memiliki beberapa nutrisi di antaranya :

  • Protein : 28-32%
  • Serat Baik : 38,30-51,05%
  • ADF : 28,6-42,29%
  • Kalsium : 1,16-1,78%
  • Fosfor : 0,26-0,31%
  • Kalium : 1,3-1,4%
  • Magnesium : 0,45-0,51%

Maka untuk meningkatkan nutrisi perlu di kombinasikan dengan berbagai macam tanaman-tanaman seperti legum di antaranya turi, lamtoro, indigofera, dan gamal yang notabene tanaman tersebut memiliki protein berkisar 20-25%.

Kelebihan Tanaman Indigofera

Indigofera memiliki total digestible nutritien atau nutrisi tercerna di dalam tanaman ini bisa mencapai di atas 75% dan itu artinya hampir sempurna untuk bahan pakan yang bisa digunakan untuk campuran bahan lain.

Bukan hanya sumber pakan sebagai ruminansia tetapi juga untuk ternak monogastrik, pada beberapa penelitian pemberian indigofera dalam bentuk segar dan pellet dapat meningkatkan produksi susu pada kambing dan sapi perah dan dapat menstabilkan produktifitas susu pada masa sapi kering.

Sehingga dalam pemberiannya bisa di kombinasikan baik dalam bentuk kering ataupun segar sehingga dapat meningkatkan kualitas gizi dan memenuhi kebutuhan ternak. Tanaman Indigofera berasal dari Amerika latin dan Afrika.

Tanaman indigofera dapat menghasilkan daun kering sebanyak 10,2 ton/hektar/panen atau sekitar 51 ton/hektar/tahun terutama indigofera jenis zollingeriana

Tidak ada zat yang di khawatirkan dapat membahayakan ternak pada tanaman ini.

Di bandingkan dengan lamtoro yang mengandung sianida kegunaan indogofera relatif bisa digunakan lebih bahan dibanding jenis legum lain yg mengandung bahan aktif yang mungkin bisa membahayakan ternak.

Pemberian Indigofera pada ternak-ternak bisa mencapai 60% dan itu tidak ada masalah terutama untuk ternak ruminansia.

Indigofera Zollingeriana dapat tumbuh pada ketinggian 0-2200mdpl dengan curah hujan antara 600 – 3000 mm/tahun.

Tanaman Indigofera Zollingeriana sangat mudah di budidayakan karena tanaman ini menghasilkan biji sumber benih sepanjang tahun tanpa mengenal musim dan sangat toleran terhadap cuaca kering, salin, alkalin dan tanah masam.

Disamping itu tanaman ini tahan terhadap pemangkas sehingga sangat potensial sebagai tanaman pakan berkualitas sebagai solusi keterbatasan hijauan pakan ternak terutama bagi daerah beriklim kering.

Cara Menanam Indigofera

Penyiapan Bibit

Untuk sistem perbanyakan generatif pilihlah biji dari tanaman yang sudah tua berumur sekitar 12 bulan dan belum pernah di panen sebelumnya.

Buah yang diambil selanjutnya di jemur hingga kering dan setelah kering buah selanjutnya di remas untuk di pisahkan dengan bijinya.

Biji yang telah terpisah selanjutnya di masukkan ke dalam wadah lalu di tuangkan air kedalamnya sampai benih tenggelam, aduk secara perlahan lalu sisihkan dan buang benih yg mengapung. Karena benih yg terbaik adalah yg tidak mengapung.

Selanjutnya aduk kembali benih di dalam wadah untuk memisahkan kotoran tanah dan bila air sudah tampak kotor keluarkan air dan dilakukan pencucian kembali dengan air bersih hingga benih benar-benar bersih.

Tiriskan benih yang telah di rendam untuk selanjutnya di semaikan.

Proses Penyemaian Benih

Proses penyemaian diperlukan tempat dan perlakuan khusus, untuk itu di perlukan tempat penyemaian yg terpisah dengan areal tanam.

Tempat penyemaian bisa di buat permanen ataupun sementara.

Hal pertama yang perlu di siapkan adalah media tanam yang diperlukan sebagai tempat biji kecambah media tanam ini harus terjamin dari segi ketersedian nutrisi, kelembapan, dan struktur baik.

Media persemaian yg alami terdiri dari campuran tanah dan bahan-bahan organik yg memiliki kandungan hara tinggi.

Untuk memperkaya kandungan hara, tanah bisa di tambahkan pupuk organik bisa berupa pupuk kandang ataupun pupuk kompos.

Dengan kompisisi pasir, tanah, pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Selanjutnya buatlah lubang pada tanah dengan kedalaman tidak lebih dari 5 cm lalh taburkan benih indigofera secara merata dan lakukan penyiram secukupnya untuk menjamin media senantiasa lembab tanpa tergenang.

Bibit muda kemudian di simpan di bawh paranet dengan insensitas cahaha naunangan sekitar 60%.

Setelah hari ketujuh dan hari kesepuluh bibit yg telah tumbuh pada media tanam di pindahkan ke polibag dengan ukuran 0,5 kg dan lakukan penyiranaman secukupnya.

Dan setelah berumur 3 minggu di pindahkan ke polibag yang lebih besar.

Bila sudah mencapai bibit ukuran seperti di gambar maka bibit siap di pindahkan dan di tanam.

Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan diperlukan untuk mempersiapkan media tanam dan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan indigofera.

Pembersihan lahan dari rerumputan, semak, atau perdu yang menggangu bertujuan untuk mengoptimalkan daya dukung lahan terhadap pertumbuhan awal indigofera dan mengurangi tekanan pada masa adaptasi di lahan.

Setelah di lakukan pembersihan lahan, pembajakan lahan, penggaruan dan penggemburan selanjutnya di buat jarak tanam dengan ukuran jarak 1,5 x 1 m dalam satu hektar populasi tanaman mencapai 13.333/ha.

Dan usahakan dibuat guludan saat tanaman awal agar di musim hujan tanaman tidak terkena genangan yang bisa menyebabkan akar busuk.

Untuk hasil yang baik sebelum di tanami lahan di beri pupuk kandang dalam lobang tanam sebanyak 250-300 gram/lubang.

Selanjutnya bibit tanaman yg berumur 1 bulan dapat di pindahkan ke lubang tanam dengan jarak tanam yg sudah di tentukan.

Jarak tanam di buat agar tamanam bisa berkembang dengan baik sehingga percabangan tanaman tidak menutupi satu sama lain.

Penanamam sebaiknya di lakukan pada awal musim penghujan untuk menjamin ketersedian air sepanjang masa adaptasi dan pertumbuhan awal indigofera.

Bila tanaman sudah mencapai ketinggian 75 -100 cm tanaman tumbuhan indigofera harus di potong atau pemangkasan awal dengan maksud untuk meningkatkan pertumbuhan percabangan dan ranting sehingga bisa menghasilkan daun yang lebih banyak.

Pemangkasn yang tepat pada area titik tumbuh akan merangsang pertumbuhan cabang yang banyak dan kuat.

Biasanya setelah berumur 1 bulan dilakukan penyemprotan, bisa dengan pupuk cair atau juga bisa dengan urine sapi dengan air kira-kira 1:1 dan di semprotkan pada daun di umur 28,32,36 dan 40 hari.

Masa Panen Tumbuhan Tanaman Indigofera

Tujuannya untuk meningkatkan berat daun dan tebal daun serta daun lebih lebar. 2 bulan setelag pemotongan awal di lakukan panen pertama. Panen pertama biasanya produksinya 700-1000 gram untuk penanaman yg baik.

Dan pemangkasan biasanya di pertahankan dengan ketinggian 1 meter.

Pemanenan dilakukan dengan interval 60 hari dengan menyisakan tegakan tanaman antara 75-100 cm. Adapun yg di panen adalah daun dan batang.

Daun indigofera dapat dipisahkan menjadi 2 produk, pucuk daun dan daun bawah. Bagian pucuk daun memiliki komposisi nutrien yang dapat digunakan untuk pakan unggas. Biasanya daun bawah dapat digunakan untuk ruminansia.

Selain di berikan segar indigofera juga bisa di berikan dalam bentuk pellet.

Sekian artikel mengenai tumbuhan tanaman indigofera mulai dari kandungan nutrisi indigofera, kelebihan tanaman indigofera, cara menanam indigofera, penyiapan bibit, proses penyiapan benih, pengolahan lahan dan masa panen.

Semoga bermanfaat. Terimakasih.

About the Author

Peternak

Berbagi Informasi mulai dari Cara Mengobati Ayam, Harga Ayam, Manajemen, Kesehatan Ayam, Berbagai macam penyakit, dan info-info menarik lainnya.

View All Articles