Tanaman Turi

Tanaman turi merupakan tanaman jenis leguminosa yang juga tinggi protein. Setelah sebelumnya membahas tentang tanaman Indigofera dan Lamtoro, tanaman ini akan menambah pengetahuan dan jenis macam pakan ternak kita.

Sejarah Tanaman Turi

Turi merupakan tanaman asli Asia Tenggara dan sudah ada sejak lama di beberapa wilayah di Indonesia terutama Lombok, khususnya Lombok Selatan.

Penyebaran turi secara meluas baru dilakukan pada awal tahun tahun 70-an untuk keperluan penghijauan.

Turi adalah tanaman multi fungsi namun utamanya digunakan untuk pakan ternak khususnya kambing dan sapi.

Hingga saat ini perbanyakan turi masih bergantung pada alam, belum ada petani yang melakukan pembibitan secara khusus.

Perbanyakan turi secara alamiah memiliki keterbatasan terutama dalam jumlah anakan yg dihasilkan dan kualitasnya.

Untuk mendapatkan anakan yg berkualitas dalam jumlah yang banyak di perlukan pembibitan. Bagaimanakah cara pembibitan yang baik dan benar berikut lebih lengkapnya.

Cara Pembibitan dan Penanaman Pohon Turi

Turi merupakan tanaman legum pohon yg perbanyakannya dapat dilakukan dengan biji, tanaman turi yang baik di peroleh dari biji yang baik dan berasal dari pohon indukan yang sehat.

Panen biji turi dilakukan setelah buah polong berwarna kuning kecoklatan. Biji kemudian di keluarkan dari buah polong kemudian di jemur sampai kering.

Biji yang sudah kering kemudian di seleksi untuk memisahkan biji yg masih baik ataupun sudah rusak atau yg terlalu kecil.

Simpan biji di wadah yg kering dan tertutup rapat hingga saat yang dibutuhkan. Biji bisa tahan sampai satu tahun dengan daya tumbuh yang tidak berubah.

Sebelum di semaikan biji di rendam terlebih dahulu menggunakan air dingin atau air hangat selama satu malam.

Buang biji yang tidak tenggelam pada saat proses perendaman. Setelah biji mengembang atau ukurannya menjadi lebih besar kini biji siap di semaikan.

Persemaian

Persemaian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

  • Persemaian di bedengan
  • Persemaian di poker menggunakan polibag atau gelas bekas air minum kemasan.

Pemilihan cara persemaian di sesuaikan dengan kondisi peternak.

Persemaian Bedengan

Pada persemaian bedengan tanah di cangkul dan dibuat bedengan dengan ukuran tinggi 20 cm lebar 1 meter.

Sedangkan panjangnya di sesuaikan dengan kebutuhan. Biji yang sudah direndam kemudian di tabur di atas bedengan secara merata kemudian di tutup dengan lapisan tanah yang tipis sampai menutupi biji.

Untuk 1/2 kg biji membutuhkan bedengan ukuran 1×5 meter. Persemaian ini akan menghasilkan 3000-4000 anakan.

Lakukan penyiraman setiap hari jika tidak ada hujan pada saat proses penyemaian sampai anakan siap untuk di pindahkan.

Keuntungan persemaian dengan bedengan antara lain :

  • Pertumbuhan awal lebih baik dan seragam
  • Memudahkan perawatan
  • Hemat tenaga kerja.

Tetapi dengan cara ini tanaman mengalami stress saat dipindah ke tempat tanam.

Persemaian Poker

Pada persemaian secara poker tanah dimasukkan ke dalam polibag atau gelas plastik bekas air mineral sebanyak 3/4 dari volume.

Tanah yang digunakan merupakan tanah yang subur dan campuran dari tanah satu bagian, pasir satu bagian dan pupuk kandang tiga bagian.

Pupuk kandang yang digunakan harus sudah masak betul, bila pupuk kandang belum masak atau belum jadi akan menggangu pertumbuhan anakan dan mengundang munculnya kumbang dan ulat yang akan merusak pertumbuhan akar anakan.

Bila menggunakan gelas plastik air mineral terlebih dahulu gelas di cuci bersih dan di keringkan. Lubangi dasar gelas untuk menghindari genangan saat penyiraman dan juga saat hujan.

Setelah wadah tanam siap, buat lubang tanam sebanyak 1-2 cm. Lubang tidak boleh terlalu dalam untuk memudahkan kecambah mencapai permukaan tanah.

Masukkan 1-2 biji kedalam lubang, lalu lakukan penyiraman. Penyiraman dilakukan setiap hari jika tidak ada hujan sampai anakan siap di pindah.

Bila ada biji yg tidak tumbuh lakukan penyulaman seminggu setelah semai untuk mengganti anakan yg tidak tumbuh.

Anakan pengganti di ambil dari polibag lain yg isinya lebih dari satu.

Keuntungan persemaian dengan cara poker antara lain :

  • Anakan lebih cepat tumbuh karena tidak ada persaingan dengan tanaman lain
  • Mudah di siangi
  • Tidak mengalami stress saat di pindahkan.

Tetapi cara ini membutuhkan banyak tenaga, waktu dan biaya.

Selama masa persemaian anakan turi perlu mendapatkan perawatan dengan cara penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama.

Penyiangan

Penyiangan dapat dilakukan dengan sederhana menggunakan tangan namun harus berhati-hati agar tidak merusak perakaran anakan.

Pemupukan

Sedangkan pemupukan hanya dilakukan bila warna hijau pada daun memudar dan di lakukan setelah anakan berumur 20 hari.

Pada persemaian dengan pokeran penjarangan perlu di lakukan untuk mengurangi kompetisi antar anakan dalam mendapatkan makanan.

Penjarangan dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang tumbuh lebih dari satu yg tumbuh pada pokeran. Tanaman yg di cabut adalah yg kurang baik pertumbuhannya.

Jika terjadi serangan hama pengendalian bisa dilakukan manual atau menggunakan insectisida.

Penyemprotan insectisida sebaiknya di lakukan pada pagi hari saat tidak hujan, agar insectisida punya waktu lama menempel pada daun.

Pemindahan dari persemaian baik bedengan maupun pokeran dapat dilakukan setelah anakan berumur 40 hari atau tinggi tanaman mencapai 30 cm.

Sebelum anakan dipindah sebaiknya dilakukan penyiraman untuk mengurangi stress.

Demikianlah artikel tanaman turi, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Tagged in:

, , ,

About the Author

Peternak

Berbagi Informasi mulai dari Cara Mengobati Ayam, Harga Ayam, Manajemen, Kesehatan Ayam, Berbagai macam penyakit, dan info-info menarik lainnya.

View All Articles