Ayam broiler atau yang biasa kita kenal di masyrakat sebagai ayam pedaging dan ayam putih adalah ayam dengan pertumbuhan bobot yang sangat cepat dengan tingkat efesiensi pakan yang rendah, yang beberapa jenis dan Merk DOC yang ada di Indonesia contohnya Patriot, CP (charoen phokphand), MB (JAFPA), Manggis, Wonokoyo, Jumbo, Silga adalah beberapa DOC yang sudah tidak asing lagi di telingan para peternak.

Adapun  karakteristik ayam broiler klasik adalah

  1. diperoleh oleh persilangan galur murni unggu yang ditemukan secara alamiah.
  2. tingkat efesiensi pakan yang tinggi membuat fcr juga tinggi serta pertumbuhan yang tidak secepat sekarang
  3. pola pertumbuhan terjadi secara alamiah
  4. lebih mudah beradaptasi dengan perubahan
  5. pertembuhan bulu lebih cepat hal ini dikarenakan karena persilangan galur masih murni
  6. tidak terlalu menuntut formulasi ransum yang baik dan tidak stress seperti ayam broiler sekarang ini.

sekarang kita akan membahas bagaimana karakteristik ayam broiler yang sekarang ada dan beredar di lapangan.

  1. sudah ada persilangan kombinasi dan rekayasa genetik
  2. tingkat efesiensi pakan yang lebih baik yang otomatis membuat fcr lebih baik.
  3. pertumbuhan berat badan lebih cepat, dan pertumbuhan daging lebih berkinsentrasi di dada.
  4. lebih peka dalam setiap perubahan dan lebih mudah stress.
  5. menuntut formulasi ransum yang baik.

Dengan keunggulan broiler modern yang sekarang kita akan bahas lebih rinci faktor stress dari ayam broiler agar pertumbuhan maksimal dan menekan stress di lingkungan.

  1. stress internal akibat pertumbuhan cepat
    Pastinya dengan cepatnya pertumbuhan hal kecil yg ada dilapangan bisa meembuat ayam lebih rentan stress, hal ini bisa mengakibatkan, nafsu makan ayam turun, kepekaan terhadap penyakit meningkat, repon kekebalan tubuh juga menurun.
  2. pertumbuhan bulu lambat
    broiler yang sekarang dengan di dukung dengan manajemen yang baik maka pakan yang di makan akan otomatis menjadi ke daging, dengan begitu ayam menjadi rawa terhadap fluktuasi suhu, tidak tahan terhadap terpaan angin langsung, sensitif terhadap amonia.
  3. menuntut kualitas ransum yang baik
    hal ini bisa akan berakibat pada konsumsi meningkat, dan sensitif terhadap gangguan pencernaan.
  4. kapasitas paru-paru dan jantung terbatas
    sensitif terhadap kualitas udara, litter, ventilasi, suhu, kelembapan, dan amonia, mudah mengalami stress, dan mudah terkena gangguan pernafasan.
  5. efek dari daging bertumpu ke dada lebih tebal
    ayam makin malas berjalan, berjalan bongkok, cenderung duduk, dan lebih mudah kaget.
  6. perbaikan mutu genetik ayam tidak diikuti dengan perbaikan manajemen
    mengakibatkan, pertumbuhan ayam tidak rata, pertumbuhan terhambat, angka kematian tinggi, dan mudah terserang penyakit.

Di postingan berikutnya kita akan bahas mengenai DOC yang bagus dan jelek, sehingga kita bisa mengafkir dan mengculling nya langsung dengan tidak menulari ke yang lainnya.

Tagged in:

,

About the Author

Peternak

Berbagi Informasi mulai dari Cara Mengobati Ayam, Harga Ayam, Manajemen, Kesehatan Ayam, Berbagai macam penyakit, dan info-info menarik lainnya.

View All Articles