Para peternak pada umumnya menginginkan sapi-sapi dan ternak mereka untuk mencapai bobot badan yang maksimal. Di peternakan sendiri memang menjual daging adalah komiditi utamanya.

Sapi Simental Dan LimosinBrahman, Sapi Gama, baik sapi lokal lainnya perlu kita jaga kandungan protein di pakannya agar pertumbuhan optimal.

Banyak bahan pakan yang bisa di gunakan sebagai sumber protein di antara lainnya adalah bungkil sawit. Seperti di ketahui di Indonesia sekarang pabrik dan perusahaan kelapa sawit sangat banyak dan tersebar di pulau Sumatra dan Kalimantan, dan beberapa pulau lainnya.

 

Kali ini kita akan membahas secara detail mengenai pemanfaatan bungkil kelapa sawit sebagai pakan ternak, proses pembuatan pakan dari bungkil sawit, kandungan bungkil sawit, zat antinutrisi dan bagaimana cara mendapatkan nya.

Pemanfaatan Bungkil Sawit

 

Warna bungkil sawit bermacam-macam, umumnya bungkil sawit di produksi di Sumatera, Kalimantan, dan Lampung. Bungkil sawit adalah salah satu hasil limbah dari pengolahan sawit.

Sawit sendiri terdiri dari mesokap dan endokap. Mesokap sendiri kulit luar yang seperti srabut yang di press kemudian menghasikkan CPO atau minyak sawit yg kemudian di olah lg menjadi minyak goreng.

Di dalamnya ada yg namanya inti sawit yg berbentuk seperti kelapa sebesar pentol korek yang terdiri dari cangkang dan putih di tengahnya adalah inti sawit tersebut.

Ada yg berwarna hitam dan agak kemerah-merahan biasanya dari proses mesinnya. Bahkan ada yg masih mengkilap dan banyak minyaknya ini di karenakan dari mesin-mesin tua, sedangkan generasi baru minyaknya sudah sedikit dan kering.

Proses Pembuatan Pakan Dari Bungkil Sawit

Bungkil sawit di manfaatkan untuk menambah protein pakan ternak sebagai sumber protein.

Kandungan protein bungkil sawit juga tergolong tinggi yaitu sekitar 16-18%. Pemakaiannya dicampurkan dengan bahan pakan yang lainnya kurang lebih 20-25%. Bahan pakan lainnya bisa seperti Rumput, Jerami padi, konsentrat.

Bahan lain juga ada yg memiliki fungsi sama seperti bahan bungkil sawit yaitu kopra, kopra ini dari kelapa tetapi harga lebih mahal dan protein lebih tinggi. Alternatif pembuatan pakan dengan kandungan protein yg lebih tinggi bisa di tambahkan kopra.

Kandungan Bungkil Sawit

  • Protein kasar (PK) 16-18%
  • Serat Kasar
  • Lemak yang relatif tinggi karena berasal dari tanaman penghasil minyak.
  • Di dalam kompisi harus di campurkan.

Bungkil sawit juga bisa di pakai untuk unggas. Akan tetapi harus di ekstrak kembali. Yaitu sisa-sisa cangkang td di buang.

Zat Antinutrisi Pada Bungkil Sawit

Beberapa bahan pakan ternak pada umunya memiliki zat antinutrisi sehingga mengharuskan peternak untuk mengolahnya terlebih dahulu ataupun membatasi pemakaiannya.

Untuk saat ini belum di temukan zat anti nutrisi pada bungkil sawit,  tetapi dengan pemberian yang banyak dampaknya kotoran akan terlIhat berminyak. Bungkil sawit juga mengalami fluktuasi dikarenakan sawit memiliki produksi yang terkadang naik dan turun.

Di musim dengan gelombang tinggi kapal penyebrangan juga terhambat baik dari Kalimantan ke pulau Jawa atau Lampung ke pulau Jawa menyebabkan harga naik. Standart harganya berkisar di Rp. 1.500-1.800/kg.

Untuk Mendapatkan Bungkil Sawit

Jika ingin membelinya dalam jumlah besar semisal satu tongkang, bisa melalui langsung menghubungi pabrik sawit. Tetapi kalau butuh dalam satuan kg, truk, bisa melalui online dan jasa penjual lainnya yang terdekat dengan lokasi peternakan anda.

Tentunya ongkos kirim tambahan berlaku jika ingin membeli online, diusahakan untuk mengajak peternak lain dalam membelinya di karenakan akan lebih menghemat.

Itu td adalah artikel mengenai pemanfaatan bungkil sawit sebagai pakan ternak, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Tagged in:

,

About the Author

Peternak

Berbagi Informasi mulai dari Cara Mengobati Ayam, Harga Ayam, Manajemen, Kesehatan Ayam, Berbagai macam penyakit, dan info-info menarik lainnya.

View All Articles