Beras merupakan makanan pokok yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Ada banyak jenis beras yg tersedia di pasaran dan sebagai konsumen kita diharuskan cerdas dan selektif dalam memilih beras selain harus berkualitas dan enak untuk di konsumsi tapi juga aman untuk kesehatan. Sayangnya cara memilih beras berkualitas tidaklah mudah dan harus memperhatikan beberapa hal. Berikut ini beberapa tips untuk mendapatkan beras berkualitas baik dan sehat.

Tips Memilih Beras Berkualitas

  1. Pilih kemasan yang lengkap, yaitu merk, klas mutu beras premium atau medium, ada tanggal kemasan dan pengemasannya yg ini adalah kewajiban produsen sesuai dengan peraturan Menteri Perdagangan No. 8 tahun 2019 wajib mencantumkan tanggal pengemasan. Karena setelah 4 bulan akan terjadi penurunan mutu pada beras terutama dari segi citarasanya.
  2. Perhatikan, apakah beras bau dan banyak kotorannya atau tidak kemudian dari tingkat kekusamannya. Beras yg mutu baik dan aman dikonsumsi yg tidak berbau apek, tidak mengandung bahan kimia yg berbahaya, penampakannya tidak kusam.

Sebagai bahan pokok di Indonesia, nasi menjadi salah satu yang wajib ada di setiap rumah dan ada ungkapan yg menyatakan belum makan kalau belum makan nasi. Nah perlu diketahui nasi yg berasal dari beras memiliki beragam jenis seperti beras pulen dan beras pera yg biasanya menjadi pilihan masyarakat. Perbedaan beras pera dan pulen di tentukan dari faktor genetik varietas padi yang memiliko kandungan amilosa yg berbeda-beda.

Perbedaan Beras Pulen dan Beras Pera

Untuk beras pulen kita bisa memperolehnya dari beberapa jenis yang ada di pasaran misalnya varietas muncul.

Cara Memilih Beras Berkualitas

Mengapa Disebut Beras Pulen

Hal ini dikarenakan beras tersebut masih mengandung amilopektin yang tinggi dibanding kandungan amilosa-nya. Dengan kandungan amilopektin yang tinggi kemampuan daya ikat beras satu sama lain semakin kuat ibarat beras ketan. Beras pulen bisa berubah menjadi beras tidak pulen atau pera akibat penyimpanan yang terlalu lama kandungan amilopektinnya akan berubah menjadi amilosa. Dengan perubahan tersebut beras yang tadinya pulen berubah menjadi pera. Berdasarkan hasil penelitian yg di lakukan setelah 4-5 bulan akan terjadi penurunan rasa setelah penyimanpanan lebih dari waktu tersebut.

Mengapa Disebut Beras Pera

Beras pera atau dalam bahasa sunda beras bear karena kandungan amilosa-nya lebih tinggi dibanding amilopektin kita bisa dapatkan dapatkan contoh dengan beras varietas IR-42.

Tingkat Kesukaan Masyarakat

Tingkat kesukaan masyarakat terhadap beras bervariasi, ada yg suka dengan beras pulen dan ada yg senang beras pera. Mayoritas masyarakat pulau Jawa menginginkan beras yg pulen sedangkan masyarakat Kalimantan lebih menyukai beras yg sedikit perah. Ini semua menjadi pilihan bagi kita.

Kebutuhan akan konsumsi beras di masyarakat kian meningkat seiring bertambahnya populasi jumlah penduduk ditambah lagi kemudahan arus informasi saat ini membuat produsen beras dengan mudah menjajakan variant beras dengan kualitas dan harga yang beragam seperti :

  • Beras Medium
  • Beras Premium
  • Beras Khusus

Perbedaan Jenis Beras

Beras khusus dibagi menjadi 5 yaitu :

  1. Beras organik
  2. Beras merah, beras ketan, beras hitam
  3. Beras untuk kesehatan
  4. Beras yg tidak dapat di produksi di dalam negeri
  5. Beras yang termasuk indikasi geografis, contohnya beras pandawangi.

Untuk beras premium dan beras medium kualitas mutunya tergantung dari beras kepala dan beras patah yg terkandung di dalam beras. Perbedaan beras premium dan medium, untuk beras premium beras kepala atau ujung harus lebih dari 85% dan beras patah kurang dari 15%. Sedangkan untuk beras medium, beras patahnya harus kurang dari 25% dan beras kepala lebih dari 75%. Hal ini penting karena beras medium dan premium memiliki harga yg berbeda berdasarkan peraturan Menteri Perdagangan jadi jangan salah pilih beras.

Harga Beras Medium, Premium dan Khusus

Harga untuk beras medium Rp. 9.450/kg dan untuk beras premium Rp. 12.800/kg untuk pulau Jawa, untuk beras khusus harganya tidak di patok tergantung dari supply dan demand sehingga bisa mencapai Rp. 40.000/kg. Dan jangan lupa memperhatikan dilabel kemasan apakah termasuk beras khusus, medium atau premium.

Demikian artikel cara memilih beras berkualitas, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Tagged in:
,

About the Author

Peternak

Berbagi Informasi mulai dari Cara Mengobati Ayam, Harga Ayam, Manajemen, Kesehatan Ayam, Berbagai macam penyakit, dan info-info menarik lainnya.

View All Articles